B. MACAM-MACAM HUSNUDZAN
Secara garis besar Husnudzan dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu
husnudzan kepada Allah SWT, husnudzan kepada diri sendiri, dan husnudzan
kepada manusia.
Husnudzan kepada Allah SWT
Husnudzan kepada Allah SWT, berarati selalu berprasangka baik kepada
Allah SWT. Jika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah SWT maka
buruklah prasangka Allah SWT pada orang tersebut. Pada hakikatnya,
apapun yang kita alami terhadap cobaan yang diberikan Allah SWT, kita
harus berbaik sangka. Karena semakin sayang Allah SWT kepada hambanya,
maka semakin besar pula cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Perilaku
husnudzan kepada Allah SWT adalah perilaku syukur dan sabar.
Husnudzan kepada diri sendiri
Husnudzan terhadap diri sendiri berarti berprasangka baik kepada diri
sendiri. Menerima apa adanya serta berbaik sangka kepada Allah SWT tidak
menyesali keadaan dan keberadaannya. Adanya berbagai cobaan misalnya,
miskin, cacat, sakit, dan sebagainya kita harus tetap bersuyukur kepada
Allah SWT yang telah mencipkan sebaik-baiknya makhluk. Sikap yang
menunjukkan husnudzan kepada diri sendiri antara lain gigih,
berinisiatif, dan rela berkorban.
Husnudzan terhadap sesama manusia
Husnudzan kepada sesama manusia adalah sikap yang selalu berpikir dan
berprasangka baik kepada sesama manusia. Sikap ini ditunjukkan dengan
rasa senang, berpikir positif, dan sikap hormat kepada orang lain tanpa
ada rasa curiga, dengki, dan perasaan tidak senang tanpa alasan yang
jelas. Berprasangka baik terhadap sesama manusia hukumnya
mubah/jaiz/boleh.
Husnudzan terhadap sesama baik berupa sikap, ucapan, dan perbuatan yang
hendaknya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut.
- Tidak iri hati terhadap nikmat Allah SWT yang diterima orang lain.
- Tidak berprasangka buruk kepada orang lain.
- Bekerja sama dengan orang lain dalam hal kebaikan.
Baca Juga
"Orang-Orang Yang Rajin Sholat Tetapi Masuk Neraka"
Komentar
Posting Komentar